tangerangutaranews – Aliansi serikat buruh se-Tangerang Raya meminta agar kebijakan kenaikan upah minimum pekerja sebesar 24,50 persen di tahun 2023 mendatang agar dinaikkan.hal itu diungkapkan oleh para buruh saat mengadakan aksi didepan kantor Bupati Tangerang, Selasa (15/11/22)

Pasalnya, Kenaikan Upah Minimum Kabupaten/ Kota (UMK) bagi para pekerja di tahun 2023 mendatang, dinilai wajar oleh para buruh. Menurut mereka, besaran upah tersebut demi menyelamatkan krisis dengan cara menaikan upah bukan dengan menekan upah murah.

Namun di sisi lain, pengusaha hanya punya kemampuan menaikan upah sebesar 3 persen untuk di tahun 2023. Untuk saat ini saja, besaran upah UMK di Kabupaten Tangerang sendiri mencapai Rp4.230.782, (Empat Juta Dua Ratus Tiga Puluh Ribu Tujuh Ratus Delapan Puluh Dua Rupiah).

Ketua Aliansi Rakyat Tangerang Raya (Alttar) Jayadi mengatakan, upah adalah hak dasar bagi seluruh kelas pekerja. Menurutnya, jika para buruh meminta kenaikan upah sebesar 24 persen tersebut sangat wajar, sebab mendelik fakta kualitas hidup masyarakat saat ini yang cukup tinggi.

“Seperti saat ini segala sesuatunya di ukur dengan uang. Upah menentukan taraf hidup bagi kelas pekerja di mana pun, sebab dengan upah yang diterima menentukan kebutuhan hidup bagi masyarakat kelas pekerja untuk memenuhi kebutuhan primernya, seperti pangan, sandang dan papan,” katanya, Selasa (15/11/2022).

Ditambahkannya, tuntutan upah layak yang digaungkan oleh kaum buruh masih terus menjadi delik perselisihan kedua pihak antara buruh dan pengusaha.

“Akan tetapi tuntutan upah layak masih menjadi pertentangan dari tahun ke tahun antara kaum buruh melawan pengusaha dan negara.” paparnya

Selain itu, dikatakanya bahwa pemerintah baik pusat, provinsi maupun daerah harus mampu mengambil kebijakan yang tentunya merujuk pada Peraturan Pemerintah PP Nomor 36 Tahun 2021.

Menurutnya, Tangerang ini sebagai kota seribu industri, di mana masyarakatnya mayoritas merupakan buruh pabrik. Sebab katanya, jika upah naik maka daya beli masyarakat tinggi, pasar pun akan terserap.

“Buruh pabrik menunggu kebijakan yang arif dari pemerintah agar Kabupaten Tangerang UMK di tahun 2023 naik sebesar 24.50 persen. Jika upah naik signifikan maka daya beli masyarakat tinggi dan pasar akan terserap, dan akan selamat dari krisis,” ucapnya. (rls/srt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *