Tangerang Utara News: Pengacara keluarga korban pembunuhan gadis cantik di Pandeglang, Razid Chaniago meminta penyidik yang menangani kasus ini lebih cermat.

Sebab kata dia, pihaknya menduga kuat pembunuhan terhadap korban bukan tindak pidana biasa, sebagaimana yang dimaksud Pasal 338 KuHP, jungto penganiayaan berat sebagaimana yang dimaksud pasal KUHP 351.

“Jika melihat dari fakta yang ada, (pembunuhan) ini sudah direncanakan. Karena pelaku sudah mengetahui waktu pulang kerja korban,” terang Razid Chaniago kepada wartawan pada Sabtu, 11 Februari 2023.

Dengan tegas Razid Chaniago juga menyangkal pernyataan pelaku di hadapan awak media bahwa pelaku pulang mancing kemudian bertemu korban.

Disamping itu lanjut Razid Chaniago, sebelum kejadian atau pagi harinya, pelaku menemui bapak korban.

“Saat itu pelaku menyampaikan kepada bapak korban, ingin balikan. Dan dijawab oleh bapak korban, mau tanya anaknya dulu. Dan pada waktu korban bekerja di BPS, pelaku terus menerus menghubungi (mengontak) korban, akan tetap nggak diangkat oleh korban,” jelas Razid Chaniago.

Dia menegaskan, seharus pihak penyidik Polres Pandeglang tidak begitu saja menyatakan bahwa pasal yang diterapkan 338 jungto 351 KUHP.

“Motif dan fakta hukum harus digali. Kalau hanya pengakuan tersangka, jelas itu belum cukup. Mohon Bapak Kapolda, Kapolri dan Kompolnas memantau kasus ini. Perbuatan pelaku sangat keji dan biadab,” pungkas Razid Chaniago.*(rls/ah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *