Tangerang Utara News – Ketua Komite Advokasi Daerah (KAD) Anti Korupsi Provinsi Banten, Hadi Mulyana mengungkapkan, para pengusaha memegang peranan penting dalam pencegahan tindak pidana korupsi.

Sebab menurutnya, para pengusaha sedikit banyak mengetahui celah di mana tindak pidana korupsi itu bisa masuk, yang pada akhirnya merugikan pengusaha itu sendiri dan masyarakat luas.

“Gratifikasi dan praktek suap untuk mendapatkan proyek atau pekerjaan di instansi pemerintah adalah salah satu jenis dari tindak pidana korupsi itu. Para pengusaha sesungguhnya tahu bahwa itu melanggar hukum. Di sini para pengusaha dihadapkan pada pilihan sulit,” ungkap Hadi Mulyana saat sesi sosialisasi KAD di sela acara Mukota V Kadin Kota Tangerang pada Rabu, 21 Juni 2023.

Hadi Mulyana meminta para pengusaha, terutama yang tergabung dalam Kadin Kota Tangerang untuk bersama-sama ikut bertindak melakukan pencegahan tindak pidana korupsi itu.

Kata dia, Indonesia bersih dari korupsi memang menjadi hal yang sulit dicapai. Namun setidaknya, para pengusaha bisa melakukan pencegahan dari dirinya sendiri.

“Berdasarkan data dan hasil analisa KPK, angka tindak pidana korupsi yang melibatkan pengusaha di Indonesia cukup tinggi. Ini tantangan bagi para penguasaha. Mampukah kita berdiri tegak pada aturan,” tegas Hadi Mulyana.

Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang OKK Kadin Provinsi Banten ini juga mengajak para pengusaha untuk ambil bagian dalam pencegahan tindak pidana korupsi, salah satunya tidak melakukan suap atau gratifikasi saat ingin mendapatkan pekerjaan.

“Saya yakin bisa. Tergantung niatnya. Pilihannya, ikut menyuburkan tindak pidana korupsi atau kita menjadi manusia yang bermanfaat dengan melakukan pencegahan tindak pidana korupsi,” jelasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *