Tangerang Utara News – Pengoplosan Gas elpiji yang berlokasi di kampung Kebun Kelapa Gg. Pelor Desa Kampung Melayu Timur, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang digrebek Polres Metro Tangerang Kota, Rabu (23/11/2022)

Dalam penggerebekan tersebut, yang di pimpin oleh Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Nugroho didampingi Kanit Krimsus AKP Gusti Arsad bersama Kapolsek Teluknaga AKP Darma Adi Waluyo beserta Jajaran berhasil meringkus 5 (lima) orang pelaku di Tempat Kejadian Perjara (TKP).

Menurut keterangan Kapolres Metro Tangerang Kota, dari kronologis kejadian pengungkapan tersebut, pada hari selasa tanggal, 23 November 2022 sekira pukul 13.00 wib, pihak Kepolisian mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada kegiatan yang mencurigakan di Jl. Kampung Melayu, Gg Pelor Desa Kampung Melayu Timur kec.
Teluknaga kab. Tangerang.

“Melihat beberapa kali kendaraan membawa Gas LPG masuk ke dalam lokasi Gang, Dari hasil informasi tersebut Anggota Sat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota melakukan penyelidikan di
TKP,” kata Kombes Pol Zain saat mengadakan Konferensi Pers di TKP kepada awak media.

Setelah itu, Tambah Zain, Anggota Reskrim Unit Krimsus bersama Kasubnit 1 krimsus IPTU Derry Daryana mendatangi
tempat tersebut, setelah sampai dilokasi dan dilakukan pengecekan ternyata didapati 5 orang sedang melakukan pemindahan
isi gas tabung ukuran 3 kg (subsidi) ke tabung ukuran 12 kg (non subsidi).

“Kelima para pelaku tersebut yakni,
K, MY, H, MT, HM. dan tugas masing masing pelaku diantaranya yaitu, K selaku supir mengantar tabung gas 3 kg (subsidi) dan tabung 12 kg (non subsidi). Sementara MY dan H, Tukang Suntik Tabung gas 3 kg (subsidi) ke tabung 12 kg (non
subsidi), dan MT sebagai Kuli angkut tabung gas 3 kg (subsidi) dan tabung 12 kg (non subsidi), Sementata HM sebagai Suplier dan Penampung gas 3 kg (subsidi) dan tabung 12 kg (non
subsidi),” paparnya

Masih kata Zain, Pelaku tersebut melakukan aksinya ini dalam kurun waktu 4 bulan tersebut
tersangka MY sudah berhasil memindahkan kurang lebih sebanyak 4.000 tabung
3 kg (subsidi) ke tabung 12 kg (non subsidi).

“Tersangka MY mendapat kiriman tabung 3 kg (subsidi) dari tersangka HM selaku
agen gas yang berda di wilayah salembaran dengan harga Rp.19.000. Dan hasil
penyuntikan berupa tabung 12 kg (non subsidi) di jual kembali ke tersangka HM
dengan harga Rp.130.000. kemudian tersangka HM menjual tabung 12 kg ke
warung warung dengan harga Rp.160.000,” Jelasnya

Lebih jauh Zain menjelaskan bahwa, Setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan atau niaga bahan
bakar minyak, bahan bakar gas dan atau Liquefied Petroleum Gas yang disubsidi Pemerintah dan atau Pelaku Usaha dilarang memproduksi dan atau memperdagangkan barang dan atau jasa yang tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang
tersebut dan atau tidak sesuai dengan ukuran, takaran timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya,

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 angka 9 UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja perubahan atas Pasal 55
Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas
Bumi dan atau Pasal 62 Jo. Pasal 8 Ayat 1 huruf b dan c Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Ancaman hukuman untuk para pelaku ini, selama 6 tahun penjara berikut barang buktinya.” Pungkas Zain.

Adapun rincian hasil pengungkapan kasus tersebut sebagai berikut:

  1. Tabung kosong 3 kg. jumlah 132 tabung.
  2. Tabung isi 3Kg jumlah 97 tabung.
  3. Tabung isi 12 Kg jumlah 10 Tabung.
  4. Tabung kosong 12 Kg jumlah 18 tabung.
  5. 3 selang regulator.
  6. Potongan bambu.
  7. potongan papan kayu.
  8. karet penutup gas.
  9. 5 (lima) unit Hadphone.

*Reporter: Surta Bontot

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *