Tangerang Utara News, Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pembunuhan berencana serta pencurian dengan kekerasan (Curas), Hal itu diungkapkan Kapolres Zain Dwi Nugroho saat Konferensi Pers. Jumat (30/12/2022)

Menurut keterangannya, Dari Adanya laporan penemuan mayat di Sungai Cisadane oleh masyarakat pada Rabu 14 Desember 2022.tepatnya di kampung Berkelir Babakan Kota Tangerang.

Setelah itu, tim anggota dari Polsek, Polres dan Inafis Polres Metro Tangerang Kota mendatangi TKP dan mengangkat bed cover yang masih berada dibantaran kali cisadane.

“Pas dibuka dan di ketahui bahwa didalam bed cover tersebut terdapat mayat perempuan dalam keadaan kepala ditutupi plastik warna hitam, lehernya di jerat dengan kabel yang di kunci dengan gantungan baju, kedua tangan terikat kebelakang dengan kain warna putih dan kaki juga terikat dengan lakban warna merah,” kata Kombespol Zain Dwi Nugroho dalam keterangannya saat Konferensi Pers di Mako Polres Metro Tangerang Kota.

Kapolres Zain menambahkan bahwa penyebab matinya korban tersebut akibat kekerasan menggunakan benda tumpul pada leher yang menyumbat jalan nafas, sehingga menyebabkan mati lemas.

“Korban meninggal akibat kekerasan menggunakan benda tumpul yang dilakukan oleh para tersangka, dan korban langsung di bawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk penanganan Identifikasi,” ujarnya

Ditambahkan Kapolres, pada hari Rabu tanggal 14 Desember 2022 pukul 19.30 WIB mendapat informasi bahwa di Polres
Tangerang Selatan menerima laporan orang hilang atas nama Elis Sugiarti (49 tahun) pada tanggal 9
Desember 2022 atas laporan suami korban Rene Tumbelaka.

“Elis Sugiarti telah
meninggalkan rumah di taman rempoa indah pada tanggal 8 Desember 2022 sekitar pukul 10.30 WIB dengan menggunakan mobil Honda HRV nopol B 1012 DFQ dengan tujuan ke perumahan Grand Pinang Senayan, Pondok Pucung. Pondok Aren, Tangerang Selatan,”jelasnya

Kemudian, kata Kapolres Zain.petugas menghubungi suaminya dan keluarga untuk datang ke RSUD Kabupaten Tangerang.

“Dari hasil pencocokan ciri-ciri korban baik tato dan kalung emas yang ditemukan maupun pakaian yang dipakai oleh korban. Suaminya menyatakan ciri-ciri korban identik sehingga yakin
bahwa korban adalah istrinya yang dilaporkan hilang sejak tanggal 8 Desember 2022.”paparnya

Dikatakan Kapolres Zain, Dari terungkapnya identitas tersebut, tim gabungan Polres Metro Tangerang Kota dan Polres Tangerang Selatan kemudian melakukan penyelidikan terhadap aktivitas korban di tanggal 8 Desember 2022.

“Dari keterangan saksi dan suami serta satpam Grand Pinang Senayan bahwa korban terakhir bertemu dengan SRH
(WNA Srilangka) yang menyewa rumah korban di Grand Pinang Senayan, Pondok Pucung dengan tujuan untuk mengkonfirmasi bahwa SRH akan membeli rumah tersebut,”ujarnya

Dikatakan Kapolres, Lalu pada tanggal 14 Desember sekitar pukul 20.00 WIB tim gabungan mengamankan SRH di rumah
kontrakannya dan dibawa ke kantor Polres Metro Tangerang Kota untuk dimintai keterangan secara
intensif,

“Awalnva SRH tidak kooperatif, namun setelah ditunjukkan bukti-bukti yang dikumpulkan antara lain CCTV daerah sekitar Bandara soekarno Hatta, CCTV Bintaro Trade Center, CCTV Fresh Market Bintaro dan Handphone pelaku, barulah SRH mengakui telah menjual mobil korban ke AM alias SION dan MK di Surakarta,

Awalnya SRH tidak mengakui bahwa dia telah membunuh korban. Setelah ditunjukkan hasil digital forensic oleh petugas, Akhirnya SRH mengakui segala
perbuatannya melakukan pembunuhan berencana terhadap korban dengan cara menjerat korban dengan kabel di rumahnya Grand Pinang Senayan kemudian membungkus korban dengan bed cover dan di ikat lalu dibuang di Sungai Cisadane tepatnya di Jembatan Cisau.”tukasnya

Dari hasil pengembangan para pelaku tersebut yakni, SRH (WNA Srilanka), AM alias ION dan MK ditangkap berikut dua mobil curiannya dan barang bukti lainnya.

Atas perbuatan para pelaku tersebut dijerat dengan pasal Pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan orang meninggal dunia sebagaimana dimaksud dalam pasal 340 KUHP, 338 KUHP, 365 ayat 3 KUHP ancaman hukuman maksimal yaitu hukuman mati,

“kita sedang mencari penadah barang milik korban berupa jam Rolex yang di jual tersangka. Dan terhadap penadah barang milik korban kita ancam pasal 480 KUHP,” tandas Zain.(srt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *