Kota Tangerang-Ratusan Warga Penunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, pada Senin (31/10) kemarin menggeruduk kantor Pemerintahan Kota Tangerang.pasalnya kedatangan para warga tersebut menuntut pihak terkait agar tidak melakukan penggusuran atau relokasi makam Syekh Buyut Jenggot.

Dalam aksi berlangsung, puluhan replika pocong dan ribuan bendera kuning terpampang menghiasi aksi demo bertujuan untuk menuntut penolakan penggusuran makam syekh buyut jenggot,

Selain itu juga, terlihat para pendemo mendirikan tenda di depan kawasan perkantoran Pemkot Tangerang yang berjuluk Akhlakul Karimah tersebut.

Menurut Imam Fachrudin, Kuasa Hukum Masyarakat Panunggangan Barat yang juga merupakan tim 9 mengatakan, Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat Panunggangan Barat ini adalah bentuk kekecewaan mereka atas sikap pemkot terutama Walikota Tangerang yang tidak bersuara dan empati terhadap aspirasi nya.

“Saya melihat aksi unjuk rasa ini sungguh merupakan cerminan rakyat yang sangat kecewa atas sikap pemerintah yang lamban dan tidak perduli terhadap keluh kesah masyarakat yang menentang rencana rerelokasi makam syekh jenggot yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu,” ujar Imam dalam keterangannya Selasa (01/11/2022)

Imam meminta kepada pemerintah. yakni Pemkot Tangerang untuk ikut mendukung masyarakat Panunggangan Barat yang telah bersiap diri untuk berupaya dan bertindak agar relokasi tidak dilakukan oleh pengembang PT Villa Permata Cibodas.

“Saya juga minta kepada pengembang agar menunjukkan sikap empatinya terhadap masyarakat yang ada di sekelilingnya, jangan berfikir bahwa keberadaan makam tersebut akan mengganggu cluster perumahan yang akan dibangun.kan bisa saja tata letaknya dirubah,

Kalau pengembang PT Villa Permata Cibodas bersikap empati kepada masyarakat kan jadi hebat, kalau gak empati kepada masyarakat, nanti bisa digugat loh ijin lingkungannya oleh masyarakat, iya kan.”pungkasnya

Sementara Koordinator Aksi Saeful Basyri/Marcel salah satu TIM 9 mengatakan, pihaknya akan bertahan dilokasi aksi sampai tuntutannya itu di penuhi oleh Pemkot Tangerang selaku pemberi kebijakan.

“Terus terang saja kami akan bertahan disini sampai Walikota dan pengembang PT Villa Permata Cibodas menyatakan sikapnya untuk tidak merelokasikan makam syekh buyut jenggot sebagai sikap menghargai tradisi kearifan lokal dan adat istiadat keyakinan masyarakat Panunggangan Barat.” tukasnya(srt/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *