Tangerang Utara News-Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tangerang menilai Panitia Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten lalai dalam rekapitulasi hasil perolehan medali. Hasil perolehan medali tersebut diprotes karena ada selisih sebanyak 50 emas. Senin (28/11/2022).

Ketua Kontingen Kabupaten Tangerang, Taufik Emil mengatakan kondisi ini membuat psikologi atlet Kabupaten dan kota lain di Banten terganggu dalam mewujudkan target raihan medali emas.

“Pada hari pertama pelaksanaan kami sangat mudah mengakses daftar perolehan medali hingga data atlet medali emas, perak dan perunggu. Namun melewati hari ketiga, kami kesulitan mengakses data tersebut hingga hari ini,” ungkapnya.

Hal ini berlanjut pada kendala selisih medali yang diperoleh setiap harinya dari data Tim Pemantau di lapangan dengan data yang tertera di situs Porprov https://porprovbanten2022.id.

“Bahkan selisih perolehan medali yang kami raih dengan data yang tertera di situs sempat mencapai angka 50 medali emas setelah sebelumnya fluktuatif di angka 20 sampai 30 medali emas,” katanya.

Mereka menilai panitia tidak transparan dalam menginformasikan hasil perolehan medali pada ajang tersebut. KONI Kabupaten Tangerang sudah melakukan komunikasi intens, namun, tidak ada data yang bisa menjawab perbedaan selisih tersebut.

“Pihak panitia memberi jawaban selisih tersebut terjadi karena keterlambatan Technical Delegate cabang olahraga dalam menginformasikan kepada pihak panitia. Tetapi ada indikasi ketidaksesuaian data, dimana ada beberapa cabor yang mengalami penundaan data perolehan medali walau pertandingan yang digelar sudah berakhir sore hari,” tuturnya.

Bahkan ada indikasi beberapa cabor diutamakan perolehan medali yang diinput dalam klasemen di situs resmi Porprov adalah raihan atlet wilayah tertentu. Sehingga data yang tersaji adalah untuk keunggulan kontingen wilayah tersebut.

Atas indikasi tersebut, pihak KONI Kabupaten Tangerang menyimpulkan :

  1. Panitia tidak siap mengolah data perolehan medali terupdate membuat banyak masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Tangerang yang tidak terinformasi dengan benar dengan data yang tersaji sehingga masyarakat, media, atlet dan official bertanya langsung kepada KONI Kabupaten Tangerang.
  2. KONI Kabupaten Tangerang mempermasalahkan ketertinggalan transparansi panitia dalam perolehan medali Porprov VI. Akurasi data situs Porprov https://porprovbanten2022.id dengan hasil pertandingan secara tertulis yang dihimpun tim Pemantau KONI Kabupaten Tangerang tidak akurat. Ini mempengaruhi KONI Kabupaten Tangerang dan Pengcab peserta Porprov dalam melakukan evaluasi menghadapi pertandingan hari berikutnya.
  3. Kondisi ini membuat spirit dan psikologi atlet Kabupaten dan Kota lain di Banten terganggu dalam mewujudkan target raihan medali emas.(SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *